Kamis, 01 Januari 2009

APAKAH FILSAFAT DAN ILMU PENGETAHUAN?

FILSAFAT
Definisi nominal: Filein (= mencintai) dan sophia (= kebijaksanaan).
Filsafat adalah ilmu yang mencintai dan mencari kebijaksanaan.
Definisi real:Filsafat adalah pengetahuan mengenai
semua hal melalui sebab-sebab terakhir yang didapat melalui
penalaran atau akal budi. Ia mencari dan menjelaskan hakekat
dari segala sesuatu.
Obyek material: segala sesuatuObyek material: mencari hakekat.Berfilsafat berarti mempertanyakan dasar dan asal-usul dari segala-galanya; untuk mencari orientasi dasar bagi kehidupan manusia.

ILMU PENGETAHUAN
Ilmu pengetahuan: Ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang metodis, sistematis, koheren tentang suatu bidang tertentu atas realitas/ kenyataan. Ia membantu manusia dalam mengorientasikan dirinya dalam dunia.
Obyek material: bahan yang disoroti oleh ilmu pengetahuan/ tertentu.
Obyek: sudut darimana obyek ilmu itu disoroti.

Tujuan Mendidik

Tujuan Pendidikan adalah menarik keluar berbagai kemampuan yang dianugerahkan secara kodrati bagi anak, membantu mengembangkan kekuatan intelektual dan kekuatan lain, baik secara fisik, mental, maupun spiritual agar pada akhir masa pendidikan, anak dapa menjadi manusia yang berguna, patriotik, soleh, yang menghargai dirinya sendiri dan orang lain di sekitarnya. Pendidikan dikatakan gagal jika hanya menjejali pikiran anak dengan fakta-fakta yang terpisah satu sama lain, atau hanya sekedar mencurahkan seperti ke dalam sebuah keranjang, untuk kemudian dikosongkan lagi pada waktu ujian; dan keranjang yang kosong itu di bawa lagi ke dunia luar. Bukan pendidikan yang baik, kalau hanya bisa menguji anak didik, kemudian meninggalkannya dalam keadaan kelelahan, baik secara emosional dan tegangan di kepalanya. Ketika seorang anak keluar dari sekolahnya, ia seharusnya dipenuhi oleh kehidupan, penuh tenaga, penuh energi, penuh kesenangan masa muda untuk mengemban beban tanggung jawab di dunia kerja. Ia seharusnya tak boleh kecapaian dan tak boleh tertekan setelah menyelesaikan karir pendidikannya.

Awal Hakikat Diri


Proses kedewasaan diri dalam berpikir untuk mengambil keputusan adalah hal yang sulit untuk dilakukan, dimana umur tidak menjamin kematangan berpikir seseorang. Butuh suatu tindakan yang luar biasa dan diluar dugaan untuk dapat memutuskan sesuatu tindakan dalam mengambil bulat keputusan tersebut "karena apapun yang telah diputuskan menjadi tindakan yang nyata kemudian!!". Resiko dalam mengambil keputusan berdampak baik dan buruk untuk selanjutnya, hal yang dapat dilihat adalah seorang hanya bisa untuk menjalani serta adanya komunikasi antar satu individu dengan kelompok individu yang lainnya untuk bisa mendukung dalam proses tersebut.